Showing posts with label Terjemah Kitab Taysirul Kholaq. Show all posts
Showing posts with label Terjemah Kitab Taysirul Kholaq. Show all posts

4/25/2020

Ilmu Buhun : Adil

Definisi Adil
Adil yaitu tengah-tengah (seimbang) dalam segala urusan, dan melakukannya sesuai syariat.
Adil itu ada dua macam :
Pertama : Adilnya manusia terhadap dirinya, yaitu dia berbuat istiqomah dalam segala hal.
Kedua : Adilnya manusia kepada yang lainnya, hal ini terbagi menjadi tiga bagian :
1. Adilnya pemimpin terhadap rakyatnya, yaitu dengan cara memberikan kemudahan-kemudahan serta memberikan haknya kepada mereka yang berhak (tidak sewenang-wenang).
2. Adilnya Rakyat kepada pemimpin, Murid kepada Gurunya, Anak kepada kedua orang tuanya, yaitu dengan Ikhlas dalam menjalankan ketaatannya.
3. Adilnya manusia kepada sesama manusia lain (sesamanya), yaitu dengan meninggalkan sifat takabbur (sombong) serta tidak menyakitinya.
Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nahl ayat 90 :
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ
Innalloha Ya-muru Bil 'Adli wal Ihsaan.

Artinya : Sesungguhnya Allah SWT menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebaikan.

Adapun adil, kamu telah mengetahui definisinya.
Sedangkan Ihsan yaitu seperti yang dijelaskan dalam Hadis :
أن تعبد الله كأنك تراه
An Ta'budallooha Ka annaka Taroohu.

Artinya : Hendaklah kamu Sembah Allah SWT, seakan-akan kamu melihat-Nya.

Ini adalah kesempurnaan Iman dan Puncaknya ketundukkan.

Ilmu Buhun : Dzolim

Definisi Dzolim
Dzolim yaitu keluar dari batas keseimbangan disebabkan sembrono (ceroboh) atau melewati batas. Kedzoliman mencakup seluruh kemaksiatan-kemaksiatan. Sampai kepada sifat-sifat yang hina.
Kedzoliman itu adakalanya seseorang dzolim terhadap dirinya sendiri, atau kepada orang lain.
Kedzoliman terhadap diri sendiri itu ibarat dia sembrono terhadap ketaatan kepada Allah SWT atau meninggalkan iman. Dan kedzoliman kepada orang lain itu ibarat dia sembrono terhadap hak-hak orang lain, seperti menyakiti tetangga, menghina tamu, berbuat sombong, ghibah dan namimah (adu domba).
Nabi Muhammad SAW bersabda :
الظلم ظلمات يوم القيمامة
Adz-Dzulmu Dzulmaatun Yaumal Qiyaamah.

Artinya : Kedzoliman itu Kegelapan nanti di hari akhir (kiamat).

Di dalam hadis Qudsi Allah SWT berfirman :

ياعبدي اني حرمت الظلم على نفسى وجعلته بينكم محرما فلا تظالموا
Yaa 'Ibaadii Inni Harromtu al-Dzulma 'Alaa Nafsii, waja'altuhu Baynakum Muharroman, Falaa Tadzoolamuu.

Artinya : Wahai Hamba-Ku, Sesungguhnya Aku (Allah SWT) mengharamkan atas diri-Ku berbuat Dzolim, dan aku menjadikan Kedzoliman itu sesuatu yang di Haramkan, maka janglan kalian berlaku dzolim.

Ilmu Buhun : Ghurur (Tertipu / Kebujuk)

Definisi Ghurur
Ghurur yaitu tenangnya hati (jiwa) pada sesuatu yang sesuai dengan hawa nafsu dan condongnya watak (tabi'at) kepada sesuatu tersebut sebab syubhat Syaitan.
Ghurur terbagi menjadi dua bagian :
Pertama : Ghururnya (tertipunya) Orang-orang kafir, yaitu mereka yang menukar kehidupan Dunia dengan Akhirat. Diantaranya yaitu mereka yang tenang dengan dunia dan perhiasan-perhiasannya, dan mengingkari akan hari kebangkitan. Diantaranya lagi yaitu mereka yang tertipu dengan Kepemimpinan mereka ketika di Dunia, mereka menyangka sesungguhnya dirinya itu paling utama dalam hal kewajiban dan kasih sayang.
Kedua : Ghururnya (tertipunya) Orang-orang Durhaka (ahli maksiat) dari kalangan orang mukmin, diantara mereka yang enggan untuk beramal, karena tertipu dengan luasnya Ampunan Allah SWT, atau karena mereka berpegang terhadap ketaatan orang tuanya, atau mereka tertipu karena banyaknya ilmu. Golongan pertama ini (yaitu mereka yang enggan untuk beramal, karena tertipu dengan luasnya Ampunan Allah SWT) sesungguhnya suka terhadap sesuatu namun enggan untuk mengambil (melaksanakan) sebab-sebabnya, hal ini termasuk tamak (rakus) yang tercela. Dan Golongan yang kedua (mereka yang berpegang terhadap ketaatan orang tuanya) ini mereka tidak ingat dengan firman Allah SWT dalam QS. Luqman ayat 33:

وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِي وَالِدٌ عَن وَلَدِهِ وَلَا مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَن وَالِدِهِ شَيْئًا
Wakhsyau Yauman Laa Yajzii Waalidun 'An Waladihi Walaa Mauluudun Huwa Jaazin 'An Waalidihi Syai-a

Artinya : Dan takutlah kalian pada hari yang seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat pula menolong bapaknya sedikitpun.

Dan golongan yang ketiga ini (mereka yang tertipu karena banyaknya ilmu) tidak ingat bahwa sesungguhnya Ilmu tanpa diamalkan laksana Pohon tanpa Buah.
Dan diantara Ghururnya (tertipunya) Orang-orang Durhaka (ahli maksiat) dari kalangan orang mukmin adalah mereka yang tertipu dengan banyaknya ibadah, sehingga mereka menyangka bahwa dia paling berhak untuk mendapatkan ampunan Allah SWT dibanding yang lain, dia tidak tahu kalau hal ini akan menghilangkan keikhlasan dalam ibadah, dan terputusnya pahala amalan-amalannya. Diantaranya lagi yaitu mereka yang tertipu dengan banyaknya harta, sehingga dia menyangka bahwa hal itu menjadikan dirinya lebih tinggi derajatnya dari yang lain, kemudian dia condong kepada berhias dengan dunia dan lupa akan anugerah Allah SWT kepadanya.
Diantara aibnya sifat Ghurur ini juga akan menimbulkan sifat al-Kibr (sombong), yang sudah dijelaskan keterangannya yaitu akan mencegah dirinya dari masuk Syurga.

Ilmu Buhun : Sombong (al-Kibr)

Definisi Al-Kibr
Al-Kibr yaitu menganggap dirinya besar dan melihat kadar atau derajat dirinya diatas derajat orang lain.
Kerusakan dari sifat al-Kibr sangatlah banyak, diantaranya orang yang sombong itu menyakiti orang lain, dia memutus ikatan kasih sayang, memisahkan hati, dan menjadikan manusia benci kepadanya.
Sehingga manusia bersepakat untuk balik menyakitinya. Diantara kerusakan lainnya yaitu sesungguhnya orang yang sombong tidak akan mengikuti perkara yang benar dan tidak bisa menahan marah, serta tidak punya kelembutan dalam memberikan nasihat.
Cukuplah celaan untuk sifat sombong yaitu hadis Nabi Muhammad SAW yang bunyinya :

لايدخل الجنة من كان فى قلبه مثقال ذرة من الكبر
Laa Yadkhulul Jannata Man Kaana Fii Qolbihi Mitsqoolu Dzarrotin Min al-Kibri.

Artinya : Tidak akan masuk Syurga yaitu orang yang dalam hatinya terdapat seberat atom dari kesombongan.

Barangsiapa yang mengetahui bahwa dirinya tercipta dari air mani, dan dia juga kelak akan menjadi bangkai yang menjijikan baunya, maka akan mudah ia meninggalkan dari sifat sombong, yang mana kesombongan itu merupakan sebab dia Ujub.

4/15/2020

Ilmu Buhun : Namimah (Adu Domba)

Definisi Namimah (Adu domba / Gosip)
Namimah yaitu memindahkan ucapan, perbuatan, atau keadaan manusia kepada orang lain dengan tujuan merusak. Dan yang mendorong orang berbuat namimah adakalanya menghendaki jahat dengan apa yang dipindahkannya itu, atau menampakkan kecintaan kepada orang yang menerima berita, atau memperluas berita omongan, atau melebih-lebihkan suatu pembicaraan.
Sesuatu yang bisa mencegah manusia dari berbuat namimah (adu domba) yaitu dia mengetahui bahwa yang namanya namimah (adu domba) itu dapat memutus tali persaudaraan, dan menyalakan api permusuhan dan pelakunya berhak mendapat siksa.
Nabi Muhammad SAW bersabda :

ان أحبكم الى الله الذين يألفون ويؤلفون وان أبغضكم الى الله المشاءون بالنميمة المفرقون بين الاخوان
Inna ahabbakum ilalloohi alladziina ya-lafuuna wa yu-lafuuna. Wa inna abghodhokum ilalloohi al-masyaauuna binnamiimatil mufarriquuna baynal ikhwaani.

Artinya : Sesungguhnya yang paling di cintainya kalian oleh Allah SWT ialah orang-orang yang mencintai orang lain, dan orang lainpun mencintainya.
Dan sesungguhnya yang paling di bencinya kalian oleh Allah SWT ialah orang-orang yang melakukan namimah (adu domba) dan memecah belah persaudaraan.

Dan Sabda Nabi Muhammad SAW :

لايدخل الجنة نمام
Laa yadkhulul jannata nammaamun.

Artinya : Tidak akan masuk syurga orang-orang yang suka mengadu domba (namimah)

Ilmu Buhun : Ghibah (Menggunjing)

Definisi Ghibah
Ghibah yaitu membicarakan orang lain (saudara kamu) dengan apa yang ia benci sekalipun hal itu sesuai kenyataan. Contohnya seperti kamu mengucapkan Si Fulan itu pincang kakinya, atau si fulan itu orang yang fasik, atau orang yang faqir, atau yang kecil bajunya. Di mana hal itu kamu utarakan dengan tujuan menghina.
Sebab-sebab orang melakukan ghibah itu ada 8 (delapan), pertama adalah karena hasud, meluapkan kemarahannya, menghendaki berbuat sombong, cepat-cepat untuk meniadakan orang yang di sakitinya itu supaya maksud tujuannya tidak tercapai, bermaksud untuk menyembuhkan sakit hatinya, berpura-pura baik kepada teman, bersenda gurau dan menghina.
Dan tidaklah di sebut ghibah ketika mencela orang yang sembrono atas kesembronoannya, dan memberikan petunjuk kepada sesuatu yang maslahat untuknya. Karena Allah SWT tidaklah melarang dari menasehati, akan tetapi melarang dari berbuat ghibah. Dan Allah SWT menegur keras atas perbuatan ghibah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 12:

ولايغتب بعضكم بعضا أيحب أحدكم أن يأكل لحم أخيه ميتا فكرهتموه
Walaa yaghtab ba'dukum ba'dhon, ayuhibbu ahadukum an ya-kula lahma akhiihi maytan fakarihtumuuhu.

Artinya : Dan janganlah kamu ghibah (menggunjing) satu sama lain, adakah seorang kamu yang suka memakan daging saudaranya sendiri yang sudah menjadi bangkai? Maka tentu kalian tidak menyukainya (membencinya).

Ilmu Buhun : Hasud

Definisi Hasud
Hasud yaitu mengaharapkan hilangnya kenikmatan yang ada pada orang lain. Adapun mengharapkan kebaikan yang sama pada orang lain di namakan ghibtoh (keinginan). Dan hal itu tidaklah di larang, bahkan dianjurkan. Karena ghibtoh sendiri merupakan sebab memperoleh prilaku yang terpuji. Oleh karena itu Nabi Muhammad SAW bersabda :

المؤمن يغبط والمنافق يحسد
Al-Mu-minu yaghbitu wal munaafiqu yahsudu.

Artinya : Orang Mumin adalah orang yang berkeinginan orang lain mendapat kebaikan, dan Orang munafik ialah orang yang hasud.

Sebab-sebab hasud ada 3 (tiga) :

Yang pertama membenci kepada yang di hasudi karena kelebihan yang tampak padanya, atau karena kenikmatan yang Allah berikan kepadanya.

Yang kedua yaitu orang yang di hasudi lebih unggul keutamaannya, dan orang hasudnya sendiri tidak mampu untuk mengungguli keutamaannya.

Yang ketiga yaitu pelitnya orang yang hasud akan kelebihan-kelebihannya, sehingga ia menjadi hasud kepada orang-orang yang memperoleh kebaikan.

Sesuatu yang dapat menghilangkan sifat hasud dari hati yaitu berpegang kepada agama, melihat bahwa apa yang ia hasudi itulah sesuatu yang membahayakan, dan rela terhadap qodho dan qodar.
Diantara dalil yang mencela sifat hasud yaitu sabda Nabi Muhammad SAW :

الحسد يأكل الحسنات كماتأكل النار الحطب
Al-hasadu ya-kulul hasanaati kamaa ta-kulunnaarul hatoba

Artinya : Sifat Hasud itu bisa memakan kebaikan-kebaikan, seperti halnya api yang memakan kayu bakar.

Ilmu Buhun : Dendam

Definisi Dendam
Dendam yaitu menyimpan kejahatan dan berkeinginan kuat untuk menyakiti.
Sebab dendam yaitu marah, dan ada 8 sifat yang di haramkan mengikuti sifat dendam yaitu hasud kepada orang yang di dendami, senang dengan musibah yang menimpa orang yang didendami, menjauhi orang yang di dendami walaupun dengan pura-pura senang kepadanya, berpaling dari orang yang di dendami dengan menganggapnya hina, berbicara jelek/menyakiti kepada orang yang didendami seperti mengghibahi, menyebarkan rahasia yang didendami dan menceritakannya dengan mengolok-oloknya, menyakitinya dengan sesuatu yang melukai badannya, mencegah hak-haknya, seperti tidak membayar hutang kepadanya.
Di antara dalil yang menunjukkan dari mencela sifat dendam yaitu sabda Nabi Muhammad SAW :

المؤمن ليس بحقود
Al-mu-minu laysa bihuquudin

Artinya : Orang yang beriman bukanlah orang yang mempunyai sifat pendendam.

Ilmu Buhun : Berjiwa Mulia

Definisi Berjiwa Mulia
Berjiwa mulia yaitu suatu sifat yang dengannya manusia menjadikan dirinya ke tempat derajat yang luhur dan terhormat.
Sebabnya berjiwa mulia dia (manusia) akan dapat mengetahui ukuran derajat dirinya.
Dan buah berjiwa mulia yaitu berhias dengan kebaikan, sabar dikala susah, meninggalkan dari menampakkan sebagai orang yang butuh, manusia akan mengagungkannya, Allah SWT akan memberikan kebaikan kepadanya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Munaafiquun ayat 8 :

ولله العزة ولرسوله وللمؤمنين
Walillahil 'izzatu walirosuulihi walil mu-miniina.

Artinya: Bagi Allah lah kemuliaan itu, dan bagi Utusan Allah dan bagi orang-orang yang beriman.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

رحم الله امرأ عرف قدر نفسه
Rohimalloohu imro-an 'arofa qodro nafsihi.

Artinya : Semoga Allah menyayangi seseorang yang mengetahui kadar derajatnya.

Ilmu Buhun : Tawadhu atau Merendah

Definisi Tawadhu
Tawadhu yaitu merendahkan diri dan melembutkan hati tanpa menghinakan diri. Maksud dari tawadhu itu adalah memberikan setiap yang mempunyai hak terhadap haknya. Dia tidak merasa tinggi/hebat terhadap orang yang rendah derajatnya dan tidak menurunkan derajat kemuliaannya. Tawadhu sendiri merupakan sebab diangkatnya derajat dan kemuliaan.
Nabi Muhammad SAW bersabda :

من تواضع لله رفعه
Man tawaadho'a lillaahi rofa'ahu.

Artinya : Barangsiapa yang merendah (bertawadhu) kara Allah SWT, maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya.

Ilmu Buhun: Dermawan (Sakho)

Definisi Dermawan
Dermawan (sakho) yaitu memberikan harta tanpa dipinta dan tanpa meminta hak.
Dermawan yaitu sifat yang utama, bagus serta merupakan sifat terpuji. Karena didalamnya terdapat ikatan semua hati dan kumpulnya hati. Kemanfaatannya pun besar dan menyeluruh.
Sungguh Nabi Muhammad SAW sendiri memberikan sesuatu kepada orang seperti orang yang tidak takut faqir.
Di dalam hadist Malaikat Jibril berkata, Allah SWT berfirman :

هذا دين ارتضيته لنفسي لايصلحه الا السخاء وحسن الخلق فأكرموه بهما مااستطعتم
Haadzaa diinun irtadhoytuhu linafsii, laayushlihuhu illaassakhoo-u wahusnul khuluqi, fa akrimuuhu bihimaa mastato'tum

Artinya : Agama ini (islam) adalah agama yang Aku Ridhoi, tidaklah layak agama ini (islam) kecuali bagi orang-orang yang dermawan dan bagusnya akhlak. Maka muliakanlah agama ini dengan keduanya semampu kamu.

Ilmu Buhun: Bijaksana (Al-Hilmu)

Definisi Bijaksana
Bijaksana yaitu sifat yang mendorong orang tersebut untuk meninggalkan menyiksa (membalas dendam) kepada orang yang membuat ia marah, sedangkan ia mampu untuk membalasnya.
Sebab bijaksana yaitu kasihan terhadap orang-orang bodoh, menjauhi permusuhan, malu dari membalas jawaban, memberi kepada orang yang berbuat jahat, menjaga kenikmatan yang telah di perolehnya, meninggalkan berbuat makar dan menunggu kesempatan. Yang demikian itu karena yang namanya menjauhi permusuhan adalah termasuk kemuliaan jiwa dan tingginya cita-cita. Dan malu dari membalas jawaban itu termasuk menjaga diri dan sempurnanya harga diri. Dan menjaga kenikmatan yang telah di perolehnya itu termasuk dari memenuhi janji. Meninggalkan berbuat makar dan dan menunggu kesempatan itu termasuk dari kecerdasan. Karena sesungguhnya orang yang menampakkan kemarahan maka akan sedikit ucapannya.
Nabi Muhammad SAW bersabda untuk menyanjung orang yang bijaksana :

ان الله يحب الحي الحليم ويبغض الفاحش البذيء
Innallooha yuhibbul hayyal haliima wayubghidhul faahisyal badzii-a.

Artinya : Sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang pemalu (dari berbuat jahat) dan orang yang bijaksana, dan Allah marah terhadap orang yang berbuat jahat dan cabul.

Ilmu Buhun : Muruah atau Harga Diri

Definisi Muruah
Muruah yaitu suatu sifat yang mengajak kepada berpegang dengan kemuliaan akhlak dan bagusnya kebiasaan (adat).
Sebab muruah yaitu tingginya cita-cita, mulianya jiwa. Karena sesungguhnya orang yang punya cita-cita tinggi dan mulianya jiwa maka di penghujungnya ia akan memperoleh derajat yang luhur, mendapat dan membangun kemuliaan, memperoleh pemberian, dan mencegah dari menyakiti.
Muruah ialah ciri dari sifat iffah (menjaga dari perkara haram), suci, menjaga diri. Oleh karenanya orang yang mempunyai sifat muruah (harga diri), dia akan dilihat sebagai orang yang bertaqwa serta jauh dari kerakusan, ridho dengan pemberian Allah SWT kepadanya tanpa melihat dari apa yang ada pada manusia.
Diantara dalil yang menunjukkan terpujinya sifat muruah (harga diri) yaitu Sabda Nabi Muhammad SAW :

ان الله يحب معالى الامور واشرفها
Innallooha yuhibbu ma'aaliyalumuuri wa asyrofahaa.

Artinya : Allah SWT mencintai tingginya dan Mulianya segala urusan.

Ilmu Buhun : Menjaga diri dari perkara Haram ('iffah)

Definisi 'iffah
Iffah yaitu sifat yang dimiliki seseorang yang mencegah dirinya dari perkara-perkara haram dan hinanya nafsu syahwat.
Iffah itu lebih mulia-mulianya sifat, dan lebih tinggi-tingginya sifat. Cabang dari iffah sendiri sangatlah banyak keutamaan-keutamaannya seperti sabar, qonaah, dermawan, mengajak damai, wirai, tenang, belas kasihan dan malu. Iffah merupakan gudang harta karunnya orang yang tidak punya harta, dan mahkotanya orang yang tidak punya kedudukan.
Sebab-sebab iffah diantaranya adalah terputusnya sifat tamak (rakus), meninggalkan dari menggebu-gebu dalam mencari harta, nerima terhadap apa yang menimpa dirinya dari musibah-bahaya.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-baqarah ayat 273 :

يحسبهم الجاهل اغنياء من التعفف

Yahsabuhumul Jaahilu aghniyaa-a minatta'affufi.

Artinya : Orang-orang bodoh menyangka mereka orang-orang kaya, karena mereka menjaga diri dari meminta-minta.

Nabi Muhammad SAW bersabda :

طوبى لمن هدي للاسلام وكان عيشه كفافا وقنع به
Thubaa liman hudiya lilislaami wakaana 'aysyuhu kafaafan, waqoni'a bihi.

Artinya : Bahagialah bagi orang yang mendapat hidayah masuk islam, dan kehidupannya tercukupi, dan dia menerima dengan kecukupannya itu.

4/14/2020

Ilmu Buhun : Amanah

Definisi Amanah
Amanah ialah melaksanakan hak-hak Allah dan Hak-hak hamba Allah. 
Didalam amanah terdapat kesempurnaan beragama, dijaganya harga diri dan harta. Karena melaksanakan hak-hak Allah itu ibarat mengerjakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan melaksanakan hak-hak hamba Allah itu ibarat mengembalikan titipannya, meninggalkan dari mengurangi timbangan dan takaran serta ukuran, meninggalkan dari menyebarkan rahasia dan aib-aibnya, dan memilih untuk dirinya dari apa-apa yang layak didalam agama dan dunia.
Allah SWT berfirman di dalam QS. An-Nisa ayat 58 :

ان الله يأمركم أن تؤدوا الأمانات الى أهلها
Innallooha ya-murukum an tuaddul amaanaati ilaa ahlihaa

Artinya : Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat-amanat kepada yang berhaknya.

Dan sabda Nabi Muhammad SAW :

لاايمان لمن لا امانة له ولا دين لمن لا عهد له
Laa iimaana liman laa amaanata lahu, walaa diina liman laa 'ahda lahu.

Artinya : Tidak ada iman yang sempurna bagi orang yang tidak mempunyai amanah, dan tidak ada agama yang sempurna bagi seseorang yang tidak menepati janji.

Lawan dari amanah itu sendiri adalah khianat. Khianat yaitu berpaling dari yang benar dengan merusak janji pada waktu sendiri.
Bahaya dari khianat itu sendiri sangatlah banyak, diantaranya adalah orang yang berkhianat di sifati dengan ghodar (orang yang tertipu), orang yang kurang agamanya, orang yang turun dari cita-cita tang tinggi, orang yang hina jiwanya. Selain itu diantara bahanya khianat lagi yaitu manusia akan berpaling darinya, karena dia telah berbuat jahat kepadanya, dia akan di potong tangannya oleh manusia ketika dia ketahuan mencuri, Allah SWT akan marah kepadanya dan menyiksanya, karena dia tidak bisa menjaga dari apa yang telah dibebankan kepadanya

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 27 :

ياايهاالذين امنوا لاتخونواالله والرسول وتخونوااماناتكم وانتم تعلمون
Yaa ayyuhalladziina aamanuu laa takhuunullooha warrosuula wa takhuunuu amaanaatikum wa angtum ta'lamuun.

Artinya : Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu berkhianat kepada Allah dan Rasul Allah, dan janganlah kalian mengkhianati kepercayaan yang telah di berikan kepadamu padahal kalian mengetahuinya.

Ilmu Buhun : Kejujuran dan Kebohongan

Definisi Kejujuran dan Kebohongan
Kejujuran yaitu memberitakan sesuatu sesuai dengan kenyataan. Sebaliknya kebohongan yaitu memberitakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan.
Sebab-sebab Jujur yaitu Karena berakal, beragama, mempunyai harga diri. Karena sesungguhnya dengan akal seseorang akan mengetahui dari kemanfaatan jujur dan bahaya berbohong. Maka dia sudah barang tentu tidak akan ridho/rela kalau dirinya tertimpa bahaya, maka ia pun akan melakukan kejujuran. Dan sesungguhnya agamapun menyuruh untuk jujur dan melarang berbohong. Begitu juga orang yang mempunyai harga diri, dia tidak akan ridho/rela untuk dirinya kecuali berbuat kejujuran, karena orang yang mempunyai harga diri dia akan terus berhias dengan semua akhlak yang baik/terpuji, sementara kebohongan adalah akhlak yang tercela.
Adapun sebab berbohong yaitu ia menghendaki kemanfaatan dan menolak bahaya. Karena sesungguhnya manusia melihat bahwa di dalam berbohong itu ada keselamatan untuknya sekarang, maka dia akan melakukan kebohongan. Sebaliknya dia manusia melihat dalam kejujuran ada bahaya baginya, maka dia enggan untuk melakukannya.
Bahaya berbohong itu kembali kepada pelakunya maka dia menjadi hina, dan hilanglah kepercayaan kepadanya, dia didunia akan di anggap hina, dan di akhirat akan mendapat siksa. Dan bahaya bohong sendiri akan kembali kepada orang lain yang di bohongi. Karena sesungguhnya ketika orang yang berbohong itu menjanjikan kebaikan kepada orang lain, lalu dia tidak menepatinya, maka hati orang lain tersebut akan pecah, karena harapannya sia-sia. Dan akhirnya orang lain yang dibohongi itu akan mudah untuk ghibah dan mengadu domba. Maka sebab kebohongan itulah akan membangkitkan manusia untuk saling marah dan permusuhan.
Dan cukuplah Firman Allah SWT QS. An-Nahl ayat 105 untuk celaan kebohongan:

انما يفتري الكذب الذين لايؤمنون بايات الله
Innamaa Yaftaril Kadziballadziina Laa Yu-minuuna bi aayaatillahi.

Artinya : Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah SWT.

Dan sabda Nabi Muhammad SAW :

اذا كذب العبد كذبة تباعد عنه الملك ميلا من نتن ما جاء به
Idzaa kadzabal 'abdu kadzbatan tabaa'ada 'anhul malaku maylan min-nactni maa jaa-a bihi.

Artinya : Ketika seorang hamba berbuat satu kebohongan, maka malaikat akan menjauh satu mill, karena bau busuknya sesuatu yang keluar darinya. 

Dan cukuplah firman Allah SWT QS. At-Taubah ayat 119 untuk memuji kejujuran :

ياايها الذين امنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين
Yaa ayyuhalladziina aamanuttaqulloha wa kuunuu ma'asshoodiqiin.

Artinya : Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kamu kepada Allah SWT, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.

Dan Sabda Nabi Muhammad SAW :

تحرواالصدق وان رايتم ان فيه الهلكة فان فيه النجاة
Taharrusshidqo wa in roaytum anna fiihil halakata fainna fiihinnajaata.

Artinya : Berbuat jujurlah kalian, sekalipun kalian melihat di dalam kejujuran itu terdapat kehancuran, karena di dalam kejujuran terdapat keselamatan.

Ilmu Buhun : Kebersihan

Ketahuilah sesungguhnya kebersihan badan, pakaian dan tempat sangatlah dituntut oleh syari'at. Maka seyogyanya bagi manusia membersihkan badannya, dengan cara merawat rambut kepalanya dengan disisir dan pake minyak rambut, merawat kedua telinganya dengan di basuh dan di usap, merawat mulutnya dengan berkumur dan sikat gigi, dan hidungnya dengan cara menghirup air kedalam hidung dan mengeluarkannya, dan merawat kuku-kukunya dengan dibasuh kotoran bawah kukunya.
Dan sungguh Nabi Muhammad SAW sendiri beliau memakai minyak rambut untuk kepalanya beliau serta menyisir rambutnya beliau.
Dan seyogyanya juga bagi manusia membersihkan pakaiannya dengan air saja, atau dengan sabun cuci jika memang dibutuhkan.
Begitupun seyogyanya bagi manusia membersihkan tempatnya, karena yang demikian itu bisa menjaga kesehatan, dan menghilangkan prihatin atau kejenuhan, serta mendapat kebahagiaan, dan membuat orang lain senang, dan menampakkan nikmat Allah SWT.
Allah SWT berfirman :

وامابنعمة ربك فحدث
Wa ammaa bini'matika Robbika Fahaddits.

Artinya : Dan terhadap Nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan ( dengan bersyukur )

4/13/2020

Ilmu Buhun : Tata Krama / Adab / Etika Masuk Masjid

Masjid-masjid itu adalah rumah-rumah Allah SWT. Dan barangsiapa yang hatinya terikat dengan masjid (rumah Allah) maka Allah SWT akan menaunginya nanti di Hari Akhir, hal itu seperti keterangan dalam hadis.
Oleh karenanya maka sangat dituntut untuk berjalan menuju masjid dengan penuh semangat (ghiroh) serta ketenangan. Dan hendaknya masuk masjid dengan kaki kanan dengan sandal terlepas diluar masjid sekalipun sandal itu bersih. Dan berdo'a ketika masuk masjid dengan do'a :

اللهم افتح لي ابواب رحمتك

Allahummaftahlii Abwaaba Rohmatika

Artinya : Ya Allah Bukakan Lah untukku Pintu-pintu Rahmat-Mu

Dan setelah itu hendaklah melakukan shalat Tahiyyatul Masjid (Menghormati Masjid), dan mengucapkan salam sekalipun masjid itu sepi dari manusia, karena masjid tidak pernah sepi dari Jin dan Malaikat. Setelah itu hendaklah duduk dengan niat Taqorrub (mendekat) kepada Allah SWT serta memperbanyak berdzikir, menahan nafsu dari syahwat-syahwat (kesenangan sesaat), menjauhi permusuhan, tidak berpindah tempat kecuali ada kebutuhan yang mendesak, tidak mencari suatu barang yang hilang, tidak mengeraskan suara dihadapan orang-orang yang shalat, tidak melewati depannya orang-orang yang sedang shalat, tidak disibukkan dengan suatu pekerjaan nganggur, tidak berbicara dengan pembahasan urusan duniawi, supaya selamat dari apa yang telah dijanjikan oleh Nabi Muhammad SAW :

يأتي في اخر الزمان ناس من امتي يأتون المساجد يقعدون فيها حلقا حلقا ذكرهم الدنيا وحب الدنيا لاتجالسو هم فليس لله بهم حاجة
Ya-tii Fii Aakhirrizzamaani Naasun Min Ummatii Ya-tuunal Masaajida Yaq'uduuna Fiihaa Halaqon Halaqon, DzikruhumuDdun-ya Wahubbuddun-yaa, Laa Tujaalisuuhum Falaisa Lillahi Bihim Haajatun

Artinya : Akan datang manusia dari kalangan umatku di akhir zaman nanti, mereka mendatangi masjid-masjid dan duduk didalamnya dengan berkelompok-kelompok, yang dibahas didalamnya adalah urusan duniawi dan kecintaan kepada duniawi, maka janganlah kalian duduk dengan mereka, karena Allah SWT tidak membutuhkan mereka.

Dan ketika seseorang hendak keluar dari masjid, maka hendaklah ia memulainya keluar dengan kaki kiri, dan meletakkan kaki kirinya diatas sandalnya, kemudian barulah kaki kanannya masuk kedalam sandal tersebut, dan ketika keluar masjid hendaklah ia berdo'a :

اللهم اني أسألك من فضلك
Allahumma Innii As-aluka Min Fadhlika
Artinya : Yaa Allah saya meminta Anugerah-Mu

Nabi Muhammad SAW bersabda, Allah SWT berfirman :

ان بيوتى فى ارضى المساجد وان زواري فيها عمارها فطوبى لعبد تطهر فى بيته ثم زارني فى بيتي فحق على المزور ان يكرم زائره
Inna Buyuutii Fii ArdhiiL Masjidu, Wa Inna Zuwwaarii Fiihaa 'Ummaaruhaa, Fathuubaa Li 'Abdin Tathohharo Fii Baytihi Tsumma Zaaronii Fii Baytii, Fahaqqun 'Alal Mazuuri An-Yukrima Zaairohu.

Artinya : Sesungguhnya rumah-Ku di bumi-Ku adalah Masjid-masjid, dan sesungguhnya orang yang berkunjung ke Masjid adalah Pemakmur masjid. Maka berbahagialah hamba yang bersuci dirumahnya lalu ia berkunjung ke Rumah-Ku (Masjid). Maka Hak yang dikunjungi adalah memuliakan orang-orang yang berkunjung.

Dan diriwayatkan dari Sahabat Anas RA. 

من اسرج فى مسجد سراجالم تزل الملائكة وحملة العرش تستغفرله مادام فى ذلك المسجد ضوءه
Man Asroja Fii Masjidin Siroojan Lam Tazal Al-Malaaikatu Wa Hamalatul A'rsyi Tastaghfiru lahu Maa daama Fii Dzaalikal Masjidi Dhow-uhu.

Artinya : Barangsiapa yang menerangi masjid dengan penerang (lampu), maka para Malaikat dan malaikat pembawa Arsy tidak henti-hentinya memintakan ampun untuknya selama lampu (penerang) itu menyinari masjid.

Ilmu Buhun : Tata Krama / Adab / Etika Tidur

Adab tidur yaitu hendaknya seseorang bersuci terlebih dahulu dari hadas, hendaknya tidur dengan posisi miring kekanan dan menghadap kiblat, hendaknya bermaksud dengan tidurnya itu untuk mengistirahatkan badan supaya kuat untuk beribadah, sebelum dan sesudah tidur hendaknya berdzikir (berdo'a) kepada Allah SWT.
Dan sungguh Nabi Muhammad SAW ketika beliau hendak tidur dimalam hari beliau meletakkan tangan diatas pipinya sambil berdo'a :
اللهم باسمك احيا واموت
Allahumma Bismika Ahyaa Wa Amuut.

Artinya : Ya Allah Dengan Nama-Mu Aku Hidup dan Aku Mati

الحمد لله الذي احيانا بعدما اماتنا واليه النشور

ALhamdulillahilladzii Ahyanaa Ba'damaa Amaatanaa Wa ilaihinnusyuur.

Artinya : Segala Puji Bagi Allah Yang telah menghidupkan aku setelah mati, dan kepada-Nyalah di Kembalikan.




Ilmu Buhun : Persaudaraan

Definisi Persaudaraan
Persaudaraan adalah ikatan antara dua orang atau lebih yang di ikat dengan sifat kasih sayang.
Maka dituntut bagi masing-masing orang kepada yang lainnya yaitu untuk saling tolong menolong, baik dengan Harta atau Jiwa, dan memberi maaf ketika terjadi kesalahan, ikhlas, saling memenuhi janji, meringankan beban dan meninggalkannya dari memberi beban, diam dari sesuatu yang menyakitinya, tidak berbicara dengan sesuatu yang syariat tidak ridho dan agama tidak terima. Satu sama lain saling menyuruh perkara yang baik dan mencegah perkara yang munkar, saling mengajak kepada kebaikan keadaan dan melanggengkan istiqomah.
Dan adapun keutamaan dari persaudaraan itu sangatlah besar, karena hal itu bisa membangkitkan bagusnya budi pekerti, saling mencintai dan menyayangi. Dan dengan persaudaraan itu menjadi baiklah dua orang yang bermusuhan, yang mana kebaikan itu adalah buah dari ketaqwaan. Allah SWT berfirman dalam QS. AL-Anfal ayat 1:

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ
Fattaqulloha Wa Ashlihuu Dzaata Baynikum

Artinya : Maka Bertaqwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan sesama kamu.